Cara Menghilangkan Bau Kencing Kucing di Kasur, Sofa, dan Lantai

· 4 menit baca

Anak kucing duduk di atas kasur di dekat bantal

Bau kencing kucing termasuk bau yang susah hilang, apalagi kalau sudah meresap ke kasur, sofa, atau karpet. Kuncinya ada tiga: bersihkan secepat mungkin, serap dulu sebelum dibasahi, lalu pastikan benar-benar kering. Berikut langkahnya untuk tiap tempat, plus alasan kenapa baunya sering balik lagi.

Prinsip yang sama untuk semua tempat

  • Serap, jangan digosok. Tekan noda dengan tisu tebal atau kain bersih sampai tidak ada lagi cairan yang terserap. Menggosok justru membuat urine menyebar lebih luas dan lebih dalam.
  • Pakai satu produk pembersih saja, sesuai petunjuk di labelnya. Jangan pernah mencampur produk pembersih, terutama pemutih dengan produk lain, karena campurannya bisa menghasilkan gas berbahaya.
  • Hindari pembersih beraroma amonia. Baunya mirip urine dan bisa membuat kucing kembali pipis di tempat yang sama.
  • Coba dulu di bagian yang tidak terlihat untuk memastikan warna atau bahan tidak rusak.
  • Keringkan sampai tuntas dengan sirkulasi udara atau kipas. Barang yang boleh dijemur bisa diangin-anginkan di bawah matahari.

Di kasur

  1. Lepas sprei, sarung bantal, dan pelindung kasur, lalu cuci sesuai label perawatannya.
  2. Serap bagian kasur yang basah dengan handuk atau tisu tebal. Tekan kuat-kuat dan ganti handuknya sampai tidak ada lagi yang terserap.
  3. Jangan menyiram kasur dengan banyak air. Busa yang terlalu basah lama keringnya dan bisa berbau apek. Cukup tepuk area noda dengan kain yang sedikit dibasahi air, lalu serap lagi. Ulangi beberapa kali.
  4. Angin-anginkan kasur sampai benar-benar kering, misalnya diberdirikan miring di dekat jendela atau dibantu kipas.
  5. Kalau urine sudah tembus jauh ke dalam busa dan baunya tetap ada, pertimbangkan jasa cuci kasur profesional.

Untuk ke depannya, pelindung kasur anti air membuat urine tidak langsung sampai ke busa.

Di sofa dan karpet

  1. Serap secepat mungkin. Tekan dari pinggir noda ke arah tengah supaya nodanya tidak melebar.
  2. Tepuk dengan kain yang sedikit dibasahi air, lalu serap lagi dengan kain kering. Ulangi sampai kain tidak lagi menyerap warna kekuningan.
  3. Sarung bantal sofa yang bisa dilepas, cuci sesuai label perawatannya.
  4. Untuk karpet, angkat kalau bisa dan cek bagian bawahnya. Urine sering tembus ke alas karpet atau lantai di bawahnya, jadi bagian itu juga perlu dibersihkan.
  5. Biarkan kering dengan sirkulasi udara yang baik sebelum dipakai atau ditutup lagi.
  6. Untuk noda yang luas atau sudah berulang kali di tempat yang sama, jasa cuci sofa atau karpet biasanya lebih tuntas.

Di lantai

  1. Lap urine dengan tisu atau kain, lalu buang tisunya.
  2. Pel dengan pembersih lantai yang biasa kamu pakai, sesuai petunjuk di labelnya, lalu bilas dengan air bersih dan keringkan.
  3. Perhatikan nat keramik dan sambungan lantai kayu atau vinyl. Urine bisa meresap ke celah-celah ini, jadi sikat pelan dengan sikat kecil.
  4. Cek juga bagian bawah dinding, kaki meja dan kursi, serta sudut ruangan di sekitar noda. Cipratan urine sering tidak terlihat.

Kalau sudah kering

Noda yang sudah kering lebih sulit dicari dan dibersihkan, tapi langkahnya sama.

  • Cari titiknya dulu. Ikuti baunya dan perhatikan noda kekuningan. Senter UV juga bisa membantu di ruangan gelap, karena noda urine biasanya berpendar di bawah sinar UV. Noda lain juga bisa ikut berpendar, jadi pastikan lagi dengan baunya.
  • Lembapkan sedikit, lalu serap. Tepuk area itu dengan kain yang sedikit dibasahi air, serap dengan kain kering, dan ulangi beberapa kali.
  • Lanjutkan sesuai tempatnya, seperti langkah untuk kasur, sofa, karpet, atau lantai di atas.
  • Bersikap realistis. Noda lama di bahan yang berpori, seperti busa kasur atau alas karpet, kadang tidak bisa hilang sepenuhnya dengan cara rumahan. Jasa profesional atau mengganti bagian itu kadang jadi pilihan yang paling masuk akal.

Kenapa baunya balik lagi

  • Urine meresap lebih dalam daripada yang terlihat. Permukaannya sudah bersih, tapi busa, alas karpet, atau celah lantai di bawahnya masih menyimpan sisa.
  • Belum benar-benar kering. Bahan yang masih lembap bisa kembali berbau, apalagi saat udara lembap seperti di musim hujan.
  • Hanya ditutup pewangi. Pengharum ruangan menyamarkan bau, tapi tidak membersihkan sumbernya.
  • Kucing kembali ke tempat yang sama. Selama dia masih mencium bau urinenya, tempat itu bisa terasa seperti toilet baginya.

Kalau kucing terus pipis sembarangan

Bau hanyalah akibat. Kalau kucingmu terus pipis di luar litter box, cari penyebabnya. Bisa karena litter box kotor atau letaknya tidak nyaman, stres karena ada perubahan di rumah, menandai wilayah, atau masalah kesehatan. Penjelasan lengkapnya ada di Pertanda Apa Dikencingi Kucing? Beberapa Alasan Logisnya.

Kalau kebiasaan ini muncul tiba-tiba, bawa kucingmu ke dokter hewan. Masalah kesehatan bisa jadi penyebabnya, dan dokter hewan yang bisa memeriksanya.

Odor Remover

Setelah urine dibersihkan dan area itu kering, kamu bisa memakai semprotan penghilang bau untuk titik-titik yang sering bermasalah. Dual Action Odor Remover dari Paw Power berisi 100 ml dan dijual Rp49.900 di onlypets.id saat tulisan ini dibuat.

Botol Paw Power Dual Action Odor Remover 100 ml

Semprotkan di titik rumah yang sering menyimpan bau dari aktivitas anabul: sekitar litter box, kandang, sofa, karpet, kasur anabul, sampai mobil setelah perjalanan bersama anabul. Semprotan penghilang bau membantu menyegarkan area, tapi tidak menggantikan langkah membersihkan urine di atas.

Lihat Odor Remover di onlypets.id